Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Hai Readers Kali ini saya ingin berbagi pengetahauan tentang Film pendek dan video iklan, mungkin saya berbaginya hanya beberapa sajah karena saya masih tahap belajar jugaa hehe...
Dari Mana Datangnya Film? Ya, tentu saja dari tangan-tangan kreatif yang bekerja sepenuh hati menghasilkan gabungan gambar bergerak dengan suara yang kita sebut video atau film.
Kapan film pertama ditemukan? Nah, kalau yang ini, tidak semua dari kita mengetahuinya. Menurut Vojković (2010), penemuan film sesungguhnya didahului oleh perkembangan dunia gambar dan fotografi.
Kapan Kamera Film Ditemukan dan Kapan Film Pertama Dibuat? Mungkin Anda sudah mengetahui penemu dan waktu ditemukannya kamera film. Ya, kamera film dan proyektor pertama dibuat oleh Louis dan Auguste Lumière. Louis dan Auguste Lumière merupakan dua bersaudara berkebangsaaan Perancis. Hasil tangkapan kamera yang dibuat keduanya diputar pertama kali pada 1895.
Kamera, proyektor, dan film yang dibuat keduanya masih sangat sederhana. Bahkan, untuk memutar film yang sudah selesai diproses, Louis dan Auguste Lumière menggunakan engkol yang digerakkan secara manual.
Siapa Sajakah yang Dapat Membuat Film? film pendek sesungguhnya sudah memiliki tempat tersendiri di masyarakat dunia. Dengan durasi yang pendek tersebut, logikanya, film ini dapat dibuat oleh semua orang karena tidak memerlukan sumber daya yang terlalu besar layaknya film-film bioskop.
Sebagai pelajar, Anda pun dapat membuat film pendek dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Anda dapat menggunakan telepon seluler, handycam, bahkan kamera pocket. Akan lebih baik lagi jika di sekolah Anda telah tersedia kamera profesional. Untuk editing,Anda bisa menggunakan laptop, komputer di rumah, atau fasilitas yang ada di sekolah.
Siapa Sajakah yang Terlibat dalam Pembuatan Film?
Membuat film profesional bukanlah pekerjaan yang sederhana. Membuat film profesional melibatkan banyak pihak dengan spesifikasinya sendiri-sendiri.
Insan perfilman tersebut adalah sebagai berikut.
a. Penulis Skenario adalah seseorang yang menerjemahkan ide cerita ke dalam bahasa tulis yang akan digunakan sebagai pedeoman tertulis bagi semua pihak yang terlibat.
b. Sutradara adalah seseorang yang memimpin proses pembuatan video/film/iklan. Sutradara bekerja mengatur laku di depan kamera, mengarahkan acting dan dialog, mengontrol posisi dan gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal lain yang berhubungan dengan film
c. Artis (Pemeran) adalah orang-orang yang menjadi pemeran dalam sebuah film. Artis laki-laki dikenal dengan istilah aktor sementara artis perempuan dikenal dengan sebutan aktris.
d. Juru Kamera adalah orang yang bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat diadakan pengambilan gambar/shooting.
e. Penata Cahaya (Lighting) Penata cahaya bertugas mengatur pencahayan dalam pembuatan video/film/iklan.
f. Penata Suara Bagian tata suara bertugas membuat/memilih/merekam suara dan efek-efek suara yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
g. Penyunting Suara (Editing Audio) Penyunting suara dan penyunting gambar bekerja secara bersamaan dalam proses penyuntingan atau editing.
h. Penata Laku bertugas membantu sutradara dalam mengatur pergerakan/laku pemain.
i. Penata Musik Bagian tata musik bertugas membuat/memilih musik yang sesuai dengan suasana cerita dalam pembuatan video/film/iklan.
j. Penata Artistik Bagian ini bertugas membuat atau mengatur latar dan setting yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
k. Penyunting Gambar (Editing Video) Penyunting gambar dalam pembuatan film bertugas melakukan editing atas hasil pengambilan gambar dalam proses produksi.
l. Perancang Animasi Bagian ini bertugas memberikan tambahan efek-efek animasi pada gambar sehingga gambar lebih hidup.
m. Produser merupakan seseorang yang mempunyai tugas untuk memimpin dan mengarahkan secara keseluruhan.
Pada pembuatan film pendek, tidak semua bidang tersebut diperankan oleh orang yang berbeda. Satu orang dapat saja merangkap beberapa pekerjaan.
Mengenal Naskah Video
Penulisan naskah secara teoretis merupakan komponen dari pengembangan media atau secara lebih praktis merupakan bagian dari kegiatan poduksi media. Penulisan naskah ini tentu saja melalui tahap-tahap perencanaan dan desain, pengembangan, serta evaluasi.
Pada umumnya, secara fisik, naskah terbagi menjadi dua jenis,
yaitu naskah satu kolom dan naskah dua kolom.
a. Naskah Satu Kolom
Dalam naskah satu kolom, penulisan deskripsi unsur audio dan visual tidak dipisahkan. Semua ditulis berurutan tanpa pemisahan kolom. Khusus untuk program yang akan direkam dengan multikamera dan tidak dengan teknik film (satu kamera) perlu diperhatikan bahwa:
- adegan (scene) tidak perlu diberi nomor urut karena tahapan perekaman akan berjalan bersamaan dengan saat penampilan.
- Pendekatan produksi video (multikamera) akan memudahkan proses pascaproduksi. Pada tahapan pascaproduksi, biasanya tidak banyak penyuntingan karena unsur dramatik sudah dilaksanakan saat perekaman.
Contoh naskah satu kolom:
Judul: “TERJEBAK JARINGAN FACEBOOK”
Scene 1. Profil dusun dan beberapa kegiatan pemuda yang sepi.
EXT. SUASANA PROFIL DUSUN TEGALANOM
INT. SUASANA KUMPULAN PEMUDA YANG SEPI
DISSOLVE. SUASANA GOTONG ROYONG YANG SEPI
INSTRUMEN MUSIK
Alunan musik tradisional Jawa
b. Naskah Dua Kolom
Pada naskah dua kolom, penulisan deskripsi visual seperti setting, gerakan kamera, instruksi acting, dan efek visual dituliskan pada kolom terpisah dari kolom audio. Jadi, kolom audio khusus tempat menuliskan unsur audio termasuk narasi, dialog, sound effect, musik, dan instruksi auditif.
Mengenal Storyboard
Storyboard merupakan gambaran dasar dari produk yang akan dibuat. Storyboard berisi kumpulan kertas yang berisi rangkaian kejadian untuk kepentingan produksi film, termasuk didalamnya film animasi. Storyboard akan menjadi acuan dasar bagi sutradara atau pembuat skenario tentang bagaimana seharusnya sebuah film berjalan.
Storyboard berguna sebagai panduan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya, mulai sutradara, penulis cerita, lighting, hingga kamerawan. Keberadaan storyboard memungkinkan seorang pembuat film memprevisualisasikan ide-idenya.
Teknik dalam Menggambar Storyboard
Dalam membuat sebuah storyboard perlu diperhatikan hal hal seperti berikut.
a) Catat poin-poin penting, ide, dan konsep-konsep di bawah frame storyboard berturut-turut.
b) Storyboard Anda pada dasarnya merupakan jenis peta, menguraikan semua langkah-langkah utama yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran.
c) Membuat sketsa kasar visual untuk setiap frame. Jangan khawatir tentang semir pada titik ini, Anda hanya ingin gagasan visual jelas digambarkan.
d) Baca presentasi Anda sambil melihat storyboard dan melengkapi checklist storyboard
e) Anda dapat membuat storyboard Anda di kertas atau berbagai
perangkat lunak seperti Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, dan
lain-lain.
Contoh Story Board
Mungkin hanya itu yang bisa saya bagi dengan temen-temen semua,kurang lebihnyaa mohon maaf wassalamuaalikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber : Modul videografi serta di rangkum kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar