Hai Readers, Assalamualaikum disini saya ingin berbagi makalah tentang Pembuatan Naskah dan video
Pengertian Video
Video adalah teknologi
untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang
gambar bergerak. Biasanya
menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.
·
Fungsi Video
Fungsi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan melalui penyajian suatu Produk yang telah dihasilkan. Sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, presentasi video harus mengemukakan keunggulan ide atau gagasan yang akan disampaikan.
·
Ciri – Ciri Video
-
Mengomunikasikan Ide
-
Menunjukkan Solusi
-
Mengomunikasikan Produk
Dan Jasa
- Menunjukkan Cara Kerja
·
Manfaat Penggunaan Video
1) Sangat membantu tenaga pengajar dalam
mencapai efektifitas pembelajaran khususnya pada mata
pelajaran yang mayoritas praktek.
2) Memaksimalkan pencapaian tujuan
pembelajaran dalam waktu yang singkat
3) Dapat merangsang minat belajar peserta
didik untuk lebih mandiri.
4) Peserta didik dapat berdiskusi atau
minta penjelasan kepada teman sekelasnya.
5) Peserta didik dapat belajar
untuk lebih berkonsentrasi
6) Daya nalar Peserta didik lebih terfokus
dan lebih kompeten.
7) Peserta didik menjadi aktif dan
termotivasi untuk mempraktekan latihan-latihan.
8) Peserta didik dapat menayangkannya di
rumah karena materi sudah dalam format
film atau VCD.
9) Memenuhi tuntutan kemajuan zaman
pendidikan, khususnya dalam penggunaan
bidang media teknologi.
10) Memberikan daya pemahaman keterampilan
yang lebih terstruktural.
·
Prinsip Video
a) Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi
muatan dalam silabus harus benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
b) Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan
urutan penyajian materi kedalam silabus sesuai dengan tingkat
perkembangan fisik, intelektual, sosial,
emosional, dan spritual peserta didik.
c) Sistematis
Komponen-komponen materi saling berhubungan
secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
d) Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat
asas) antara kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian.
e) Memadai
Cakupan indikator, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang
pencapaian kompetensi dasar.
f) Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan
ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam
kehidupan nyata, serta peristiwa yang terjadi.
g) Fleksibel
Keseluruhan komponen materi dapat
mengakomodasi variasi peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan
yang terjadi di sekolah/lembaga pendidikan
dan tuntutan masyarakat.
h) Menyeluruh
Komponen materi mencakup keseluruhan ranah
kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
Jenis Video
Berdasarkan tujuan
pembuatannya, video dapat diperuntukan:
1. Cerita
Video yang bertujuan
untuk memaparkan cerita.
2. Dokumenter
Video yang bertujuan
merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan
nyata.
3. Berita
Video yang bertujuan
memaparkan sebuah berita.
4. Pembelajaran
Video yang
bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan
ulang.
5. Presentasi
Video yang bertujuan
untuk mengomunikasikan ide atau gagasan
Tahap Perancangan Video
Pembuatan video
memerlukan beberapa tahapan proses meliputi praproduksi, produksi, dan Pascaproduksi.
Praproduksi merupakan tahapan perencanaan, produksi merupakan tahapan Pengambilan
gambar, dan pascaproduksi merupakan tahap penyelesaian video.
Praproduksi
Tahap praproduksi melalui
tahap yang panjang dan menentukan keberhasilan pada tahap selanjutnya. Tahap
ini merupakan perencanaan dari kegiatan selanjutnya dan hasil yang akan
dicapai. Pada intinya tujuan praproduksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya
agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya
video sesuai dengan harapan.
Untuk memulai praproduksi
dibutuhkan beberapa langkah, sebagai berikut:
1. Ide/Gagasan
Tahapan yang pertama
adalah menentukan ide dan konsep. Ide merupakan gagasan awal yang nantinya akan
direalisasikan ke produk yang ingin diproduksi. Ide dapat diperoleh dari mana
aja, bisa dari imajinasi, hobi, pengalaman, buku, film, atau lingkungan
sekitar. Dari ide ini, kita akan tau, produk seperti apa sih yang ingin kita
produksi.
2. Membuat Naskah
Selanjutnya, ada tahap
pembuatan naskah. Pada pembuatan
video atau film, naskah bisa dijadikan acuan dalam proses produksi. Tanpa
adanya naskah, bisa-bisa, cerita yang ingin disampaikan nggak bisa tersusun
dengan baik, nih.
Adapun Fungsi Naskah :
-
Sebagai Konsep Dasar
Karna Mengandung Elemen – elemen Penting, Seperti Informasi yang ingin
disampaikan,Karakter Tokoh-tokoh Cerita,Latar Tempat,dan Peralatan Yang harus
dipersiapkan
-
Arah Jalan Cerita
-
Acuan Saat Proses
Produksi
-
Dasar Penentuan Tokoh
-
Dasar Anggaran Kuangan
-
Tolak Ukur Penentuan
jadwal yang dilihat dari kerumitan dan panjang cerita
3. Sinopsis
Setelah membuat naskah,
langkah selanjutnya membuat ringkasan cerita ( Sinopsis )
Sinopsis berisi garis
besar jalan cerita, meliputi pengenalan karakter para tokoh, konflik cerita,
klimaks, dan penyelesaian masalah. Nah, setelah mengetahui gambaran cerita
secara garis besar, cerita mulai disusun berdasarkan urutan adegannya (scene).
Tahap ini disebut dengan pembuatan outline.
4. Membuat Panduan Gambar ( Storyboard)
Storyboard sendiri adalah sketsa gambar yang disusun secara berurutan
sesuai naskah cerita. Dengan storyboard, penulis cerita dapat membuat seseorang
membayangkan alur cerita melalui gambar-gambar yang disajikan, sehingga dapat
menghasilkan persepsi yang sama mengenai ide cerita yang penulis ingin
sampaikan.
Produksi
Produksi merupakan tahap selajutnya setelah naskah diterima oleh Produser
dan Sutradara. Untuk menghasilkan gambar dan suara sesuai dengan keinginan
penulis naskah, maka pada tahap ini harus dilakukan berbagai kegiatan,
meliputi:
·
Penentuan Tim Produksi
·
Casting (Pencarian Pemain)
·
Hunting (Pencarian Lokasi Shooting)
·
Cru Metting (Rapat Tim Produksi)
·
Pengambilan Gambar
Hasil akhir dari kegiatan produksi yaitu sekumpulan gambar dan suara dari lapangan
yang siap diserahkan kepada editor untuk dipilih sesuai naskah.
Pascaproduksi
Setelah sekumpulan gambar dan suara diterima oleh editor, maka langkah selanjutnya
yaitu tahap pemilihan gambar dan suara yang terbaik. Gambar dan suara tersebut
kemudian disambung-sambung. Tahap ini cukup panjang, yaitu meliputi:
·
Editing (Penggabungan dan Pemilihan Gambar)
·
Mixing (Pengisian Musik) Preview
·
Ujicoba
·
Revisi
·
Distribusi/Penyiaran
Hasil akhir dari kegiatan ini yaitu sebuah media video pembelajaran yang
siap dimanfaatkan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran di kelas.
Link makalah : https://drive.google.com/file/d/1t7Tvwcm6Z3SV8IFduoRPa0AbylYNTjWB/view?usp=sharing






